KUMPULAN CERITA PENDEK UNTUK ANAK - ANAK
ADIK BERUANG YANG PEMBERANI
Disebuah goa, ditengah hutan yang lebat hiduplah ayah beruang dengan kedua anaknya. Setiap Pagi ayah beruang pergi meninggalkan goa untuk mencari makan. sebelum pergi si ayah beruang mencium dan memeluk kedua anaknya yang masih tertidur nyenyak. Ayah beruang akan kembali ke dalam goa pada sore hari dengan membawa makanan untuk kedua anaknya.
Pada suatu hari, di saat ayah beruang sedang keluar anak beruang bermain di luar goa. dengan lincah dan riang sang adik berlari kasana kemari. Sedangkan sang kakak terus mengawasi gerak lincah sang adik. "Kakak lihat, aku adalah beruang yang pemberani", teriak sang adik. Sambil terus berjalan sang kakak hanya menjawab," ya...ya...jangan jauh-jauh dari kakak". Tanpa di sadari mereka berdua telah berjalan hingga ke sungai. "Adik jangan ke sana berbahaya", teriak sang kakak. "hahaha... kakak tenang saja aku kan pemberani" kata adik beruang. Kakak Beruang beristirahat di bawah pohon yang rindang, dengan menggigit-gigit sebuah ranting di mulutnya.
Sang adik yang bermain di pinggir sungai melihat ada seekor kodok yang melintas di depannya,"Hai siapa kamu? Makhluk jelek? lawan aku, aku adalah beruang yang Pemberani di Hutan sini". Namun sang Kodok terus melompat tanpa menghiraukan sang adik beruang. "Hai jangan lari.. hadapi saya sang pemberani", teriak adik beruang sambil mengejar sang kodok yang masuk kedalam sungai. "Jangan lari makhluk kecil yang jelek, aku tidak takut", kata adik beruang yang mengejar sang kodok yang sudah hilang masuk ke dalam sungai. Tiba-tiba "Aaarghhhh... Tolong..kakak tolong", sang adik beruang berlari menuju kakak beruang dengan ketakutan. Sontak sang kakak beruang berdiri menuju sang adik guna melindunginya." Ada apa? ..Ada apa...?", teriak sang kakak. "Ada monster di sungai aku takuuut", sang adik beruang yang ketakutan bersembunyi di belakang sang kakak. " Apa? Monster..? Kamu serius...? Baiklah kita lihat kesana.. Dimana Monster itu?". kata sang kakak dengan hati-hati berlari menuju sungai. sang adik yang ketakutan terus memegangi sang kakak beruang dari belakang. " Itu kak ... disitu, aku melihatnya disungai saat aku mengejar makhluk kecil yang jelek", kata sang adik. "Mana.. mana...Kakak tidak melihat Monster disini?, Mana..mana.. seperti apa monster itu?", tanya sang kakak beruang yang semakin penasaran. Akhirnya sang kakak yang mengetahui sungai itu dangkal menceburkan diri kedalam sungai Byur...byur.
Sang adik beruang yang mengetahui Kakak beruang masuk ke dalam sungai tampak terkejut dan dengan lantang berteriak" Awas kakak... awas ... Monster itu ada di bawah kaki kakak, lari kak...lari....lari...", sang adik beruang teriak sambil berlari dan bersembunyi di balik pohon. "Mana..? mana..?, sambil melihat kebawah kaki, sang kakak beruang berusaha terus mencari monster itu. "itu kak, dia tepat dibawah kakak, monster itu berwarna coklat, kukunya panjang dan giginya tajam-tajam", teriak sang adik yang bersembunyi di belakang pohon.
"Mana..? mana..?", sejenak sang kakak beruang berhenti dan melihat permukaan air sungai. " Ah.. rupanya ini monster itu!!". sambil tersenyum sang kakak beruang sadar, rupanya permukaan air itu memantulkan bayangan seperti cermin. "Jadi yang di maksud monster oleh sang adik beruang tadi hanyalah bayangannya dia saja", sang kakak berkata di dalam hati sambil tersenyum.Ya saat Adik beruang mengejar sang kodok yang masuk ke dalam sungai, sang adik beruang melihat wajahnya di permukaan air sungai dan karena sang adik beruang baru melihat wajah beruang sebenarnya maka, ia terkejut mengira bayangan dalam air itu Monster yang akan memakannya, maka iapun teriak dan berlari menuju kakak beruang sambil minta tolong. " Sudah.. sudah ... ayo kita pulang wahai adikku yang pemberani, Ayo sebentar lagi ayah akan pulang membawa makan yang lezat buat kita", kata sang kakak beruang sambil memegang tangan adik beruang yang masih ketakutan. Sambil ketakutan sang adik terus memegang tangan sang kakak.
Di Perjalanan sang kakak bercerita kepada sang adik beruang bahwa yang dia lihat monster tadi di sungai adalah bayangan adik beruang itu sendiri. Sang kakak menjelaskan bahwa seekor beruang memang memiliki wajah seperti yang adik beruang lihat tadi. Perlahan sang adik beruang memahami dan kembali tersenyum sambil berkata "Sebenarnya adik gak takut, adik ini pemberani kalo saja itu betul Monster sudah adik pukul dengan cakar adik". "Ha..ha..ha... iya, kaka yau adik kakak ini pemberani", sahut kakak sambil tersenyum.
Dan mereka berdua sampai kedalam goa. Beberapa saat kemudian sang ayah beruang datang membawa beberapa ikan kesukaan anak beruang, dan mereka memakan ikan tersebut sambil menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami kepada ayahnya.
Pada suatu hari, di saat ayah beruang sedang keluar anak beruang bermain di luar goa. dengan lincah dan riang sang adik berlari kasana kemari. Sedangkan sang kakak terus mengawasi gerak lincah sang adik. "Kakak lihat, aku adalah beruang yang pemberani", teriak sang adik. Sambil terus berjalan sang kakak hanya menjawab," ya...ya...jangan jauh-jauh dari kakak". Tanpa di sadari mereka berdua telah berjalan hingga ke sungai. "Adik jangan ke sana berbahaya", teriak sang kakak. "hahaha... kakak tenang saja aku kan pemberani" kata adik beruang. Kakak Beruang beristirahat di bawah pohon yang rindang, dengan menggigit-gigit sebuah ranting di mulutnya.
Sang adik yang bermain di pinggir sungai melihat ada seekor kodok yang melintas di depannya,"Hai siapa kamu? Makhluk jelek? lawan aku, aku adalah beruang yang Pemberani di Hutan sini". Namun sang Kodok terus melompat tanpa menghiraukan sang adik beruang. "Hai jangan lari.. hadapi saya sang pemberani", teriak adik beruang sambil mengejar sang kodok yang masuk kedalam sungai. "Jangan lari makhluk kecil yang jelek, aku tidak takut", kata adik beruang yang mengejar sang kodok yang sudah hilang masuk ke dalam sungai. Tiba-tiba "Aaarghhhh... Tolong..kakak tolong", sang adik beruang berlari menuju kakak beruang dengan ketakutan. Sontak sang kakak beruang berdiri menuju sang adik guna melindunginya." Ada apa? ..Ada apa...?", teriak sang kakak. "Ada monster di sungai aku takuuut", sang adik beruang yang ketakutan bersembunyi di belakang sang kakak. " Apa? Monster..? Kamu serius...? Baiklah kita lihat kesana.. Dimana Monster itu?". kata sang kakak dengan hati-hati berlari menuju sungai. sang adik yang ketakutan terus memegangi sang kakak beruang dari belakang. " Itu kak ... disitu, aku melihatnya disungai saat aku mengejar makhluk kecil yang jelek", kata sang adik. "Mana.. mana...Kakak tidak melihat Monster disini?, Mana..mana.. seperti apa monster itu?", tanya sang kakak beruang yang semakin penasaran. Akhirnya sang kakak yang mengetahui sungai itu dangkal menceburkan diri kedalam sungai Byur...byur.
Sang adik beruang yang mengetahui Kakak beruang masuk ke dalam sungai tampak terkejut dan dengan lantang berteriak" Awas kakak... awas ... Monster itu ada di bawah kaki kakak, lari kak...lari....lari...", sang adik beruang teriak sambil berlari dan bersembunyi di balik pohon. "Mana..? mana..?, sambil melihat kebawah kaki, sang kakak beruang berusaha terus mencari monster itu. "itu kak, dia tepat dibawah kakak, monster itu berwarna coklat, kukunya panjang dan giginya tajam-tajam", teriak sang adik yang bersembunyi di belakang pohon.
"Mana..? mana..?", sejenak sang kakak beruang berhenti dan melihat permukaan air sungai. " Ah.. rupanya ini monster itu!!". sambil tersenyum sang kakak beruang sadar, rupanya permukaan air itu memantulkan bayangan seperti cermin. "Jadi yang di maksud monster oleh sang adik beruang tadi hanyalah bayangannya dia saja", sang kakak berkata di dalam hati sambil tersenyum.Ya saat Adik beruang mengejar sang kodok yang masuk ke dalam sungai, sang adik beruang melihat wajahnya di permukaan air sungai dan karena sang adik beruang baru melihat wajah beruang sebenarnya maka, ia terkejut mengira bayangan dalam air itu Monster yang akan memakannya, maka iapun teriak dan berlari menuju kakak beruang sambil minta tolong. " Sudah.. sudah ... ayo kita pulang wahai adikku yang pemberani, Ayo sebentar lagi ayah akan pulang membawa makan yang lezat buat kita", kata sang kakak beruang sambil memegang tangan adik beruang yang masih ketakutan. Sambil ketakutan sang adik terus memegang tangan sang kakak.
Di Perjalanan sang kakak bercerita kepada sang adik beruang bahwa yang dia lihat monster tadi di sungai adalah bayangan adik beruang itu sendiri. Sang kakak menjelaskan bahwa seekor beruang memang memiliki wajah seperti yang adik beruang lihat tadi. Perlahan sang adik beruang memahami dan kembali tersenyum sambil berkata "Sebenarnya adik gak takut, adik ini pemberani kalo saja itu betul Monster sudah adik pukul dengan cakar adik". "Ha..ha..ha... iya, kaka yau adik kakak ini pemberani", sahut kakak sambil tersenyum.
Dan mereka berdua sampai kedalam goa. Beberapa saat kemudian sang ayah beruang datang membawa beberapa ikan kesukaan anak beruang, dan mereka memakan ikan tersebut sambil menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami kepada ayahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar