Dengan ikhlas dan tulus berjuang mendidik anak - anak, rupiah demi rupiah di kumpulkan untuk membeli kapur dan papan tulis.
Akhir 2008, 2 minggu setelah menjadi raja dan ratu sehari. Bocah - bocah kecil berkumpul di depan rumah kontrakkan salah satunya berkata "mami...mami... kita masih boleh nge-les lagi kah???". Di dasari kita berdua Cinta anak - anak maka malam itu juga kita melanjutkan membantu mereka belajar, Kebahagiaanpun tumbuh dengan sendirinya, tawa canda tumbuh dari gubuk kontrakkan kami.
Pasang surut datang silih berganti dari 5 anak tinggal 2 saja, namun mendekati ulangan bisa mencapai 15 anak adalah suatu kehormatan bagi kami dapat di percaya. 100% nilai anak - anak meningkat, "ha..ha..ha... lega rasanya kepuasan itu muncul di hati kami berdua, dan yang lebih membikin hati ini bergejolak berbagai hasil laut di titipkan orang tua anak - anak nelayan ini untuk kami ah.... nikmat semoga menjadi barokah".
Hidup bagai misteri cobaan datang tanpa kita ketahui, pemotongan jam kerja di tempat kerja berpengaruh pada penghasilan kami, sebagian orang tua yang memberikan sedikit materi membuat kami tergiur dan lupa akan tujuan awal, bagi mereka yang ekonomi mampu kami mulai mintakan tarif dan kami coba rekrut anak - anak muda potensial yang kurang mampu dalam ekonomi untuk turut mengajar dengan harapan tarif tersebut berguna menambah uang saku jerih payah pengajar dan meringankan beban Orang tua mereka namun bagi yang tidak mampu masih tetap Gratis. Perbedaan tersebut ternyata berpengaruh buruk, sebagian orang tua yang mampu lambat laun tak memperdulikan kami, merekapun ingin di gratiskan. Dengan merasa kami butuh dana akhirnya anak - anak yang malas dan tidak membayar kami berhentikan.
Di bulan Ramadhan 1432 H ini, 2 tahun sudah kami berjalan belajar dan mengajar, dikit demi sedikit kami kumpulkan buku dan meja. Kami ingin mulai dari nol kembali dengan hati yang bersih tulus dan ikhlas, semoga bimbingan belajar Umiabi semakin berkembang dan membuka peluang bagi anak - anak muda potensial. Sesungguhnya kami bukanlah siapa - siapa, kami hanya ingin berbuat yang terbaik yang kami mampu dan kami sangat butuh masukkan dan bantuan dari semua. Kami hanya ingin hidup 1000 tahun lagi walau hanya sebatas nama. Abi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar